NGOPI Titik Sungai Penuh, FTK UIN Jambi dan DPR RI Perkuat Kepemimpinan Madrasah Humanis di Era Digital
Humas.FTKUINJambi – Program NGOPI (Ngobrol Pendidikan Islam) yang diselenggarakan melalui kolaborasi Anggota Komisi VIII DPR RI Dapil Jambi bersama Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN STS Jambi kembali berlanjut. Memasuki titik kesebelas, kegiatan ini dilaksanakan di Kota Sungai Penuh dengan diikuti ratusan kepala madrasah wakil kepala dan pengawas marasah dari Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci. Selasa (20/10/2026).
Mengangkat tema “Kepemimpinan Madrasah Humanis di Era Digital”, kegiatan ini menjadi wadah diskusi dan berbagi gagasan untuk memperkuat kualitas kepemimpinan madrasah di tengah perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan pendidikan. Melalui forum ini, para pendidik diharapkan dapat memperluas wawasan serta mengembangkan pola kepemimpinan yang adaptif, inovatif, dan tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.
Kegiatan diawali dengan sambutan Dekan FTK UIN STS Jambi, Dr. Hj. Fadlilah, M.Pd., yang menekankan Madrasah harus menjadi lingkungan yang menghadirkan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri dan sesama manusia, serta tanah air melalui perilaku nyata seluruh warganya. Jangan sampai KBC hanya memperindah administrasi pembelajaran, sementara cara mendidik, cara memimpin, dan cara memperlakukan peserta didik tetap tidak berubah. Sebab keberhasilan KBC bukan diukur dari banyaknya dokumen yang dihasilkan, melainkan dari tumbuhnya budaya kasih sayang, keteladanan, dan akhlak mulia dalam kehidupan madrasah.
Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi VIII DPR RI Dapil Jambi, Drs. H. Hasan Basri Agus, M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa kepemimpinan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, terlebih bagi kepala madrasah yang memiliki peran penting dalam menentukan arah dan kualitas pendidikan. Menurutnya, keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya diukur dari kemampuannya mengelola lembaga pendidikan, tetapi juga dari upayanya membimbing, mendidik, dan memastikan peserta didik memperoleh kesempatan untuk berkembang serta meraih kesuksesan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru dan kepala madrasah yang selama ini telah mendedikasikan diri untuk mencerdaskan generasi bangsa. Menurutnya, para pendidik merupakan sosok yang memiliki jasa besar dalam membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai kebaikan, serta membekali anak-anak dengan ilmu pengetahuan sebagai bekal menghadapi masa depan.
Untuk memperdalam pembahasan sesuai tema, kegiatan ini menghadirkan seorang Ketua Pokjawas Madrasah Provinsi Jambi, Alimuddin, S.Pd., M.Pd.I., sebagai narasumber. Materi yang disampaikan berfokus pada pentingnya membangun kepemimpinan madrasah yang humanis, profesional, dan mampu beradaptasi dengan transformasi digital.
Antusiasme ratusan guru dan kepala madrasah yang hadir menunjukkan pentingnya ruang diskusi dan pengembangan kapasitas bagi para pendidik. Melalui dialog dan pertukaran pengalaman, peserta diharapkan memperoleh perspektif baru yang dapat diterapkan dalam kepemimpinan dan pengelolaan madrasah masing-masing.








