“Guru Hebat, Klas Kreatif”: NGOPI DPR RI dan FTK UIN Jambi Dorong Inovasi Pembelajaran di Era AI
Humas.FTKUINJambi – Memasuki titik kelima dari rangkaian kegiatan NGOPI (Ngobrol Pendidikan Islam) Bersama Anggota Komisi VIII DPR RI Dapil Jambi dan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi kegiatan dilaksanakan di Pondok Pesantren PKP Al-Hidayah Pemerintah Provinsi Jambi, dengan mengangkat tema “Guru Hebat, Kelas Kreatif: Inovasi Pembelajaran di Era AI.”
Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari para guru. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan, terutama dalam mengikuti pembahasan mengenai perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan pemanfaatannya dalam proses pembelajaran.
Kegiatan NGOPI dibuka secara langsung oleh Dekan FTK, Dr. Hj. Fadlilah, M.Pd., dalam sambutannya, Dekan FTK menyampaikan bahwa pendidikan tidak hanya tentang menyampaikan informasi. Kalau hanya itu, mungkin mesin akan semakin hebat melakukannya. Guru mempunyai sesuatu yang tidak sederhana untuk digantikan: kemampuan memahami manusia yang sedang belajar. Guru tahu kapan seorang anak belum paham. Guru bisa membangkitkan rasa ingin tahu, mengajak berdiskusi, memberi teladan, dan membantu peserta didik bukan hanya menemukan jawaban, tetapi belajar berpikir tentang jawaban itu.
“Tantangan kita bukan bagaimana bersaing dengan AI. Tantangannya adalah bagaimana menggunakan AI tanpa menyerahkan proses berpikir kepada AI. Jangan sampai kelas kita semakin canggih, tetapi yang aktif berpikir justru gurunya dan mesinnya saja.” Ucapnya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Anggota Komisi VIII DPR RI Dapil Jambi, Drs. H. Hasan Basri Agus, M.M. Dalam kesempatan tersebut disampaikan pentingnya pendidikan Islam beradaptasi dengan teknologi. Menurutnya, kemajuan teknologi harus dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pendidikan termasuk dalam meningkatkan kapasitas guru dan peserta didik. Selain itu, beliau juga menekankan bahwa pelaksanaan ngopi ini merupakan wadah diskusi dan mengolah informasi pada lembaga pendidikan.
“pada acara ini kita ngobrol masalah pendidikan Islam. Hasil diskusi kita akan kami catat untuk menjadi bahan komisi VIII pada saat rapat bersama Menteri.” Tuturnya.
Kegiatan NGOPI menjadi salah satu ruang dialog antara pemangku kepentingan, lembaga pendidikan, dan para pendidik untuk membahas berbagai persoalan serta peluang dalam pengembangan pendidikan Islam. Melalui forum tersebut, para guru juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengalaman, kebutuhan, serta tantangan yang dihadapi dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.




