FTK UIN Jambi dan DPR RI Ajak Masyarakat Perkuat Partisipasi dalam Medukung Pendidikan Tinggi Islam
Humas.FTKUINJambi – Penguatan pendidikan tinggi Islam tidak dapat berjalan hanya dengan mengandalkan peran perguruan tinggi dan pemerintah. Dukungan serta partisipasi aktif masyarakat menjadi salah satu kekuatan penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berdaya saing. Selasa (3/11/2026).
Semangat tersebut mengemuka dalam kegiatan NGOPI (Ngobrol Pendidikan Islam) yang diselenggarakan melalui kolaborasi Anggota Komisi VIII DPR RI Daerah Pemilihan Jambi bersama Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Kegiatan kali ini kembali berlangsung di Kota Jambi dengan mengangkat tema “Penguatan Partisipasi Masyarakat dalam Mendukung Pendidikan Tinggi Islam”.
Kegiatan tersebut dihadiri ratusan peserta dari berbagai unsur masyarakat dan organisasi kemasyarakatan (ormas). Kehadiran berbagai elemen ini mencerminkan besarnya potensi kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat sipil, dan para pemangku kepentingan dalam mendukung kemajuan pendidikan Islam.
Kegiatan NGOPI secara resmi dibuka oleh Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.P., dalam sambutannya, ia mengajak masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam mendukung kemajuan perguruan tinggi Islam, khususnya UIN STS Jambi. Menurutnya, kemajuan sebuah perguruan tinggi tidak hanya menjadi tanggung jawab pimpinan dan sivitas akademika, tetapi juga membutuhkan dukungan serta kepercayaan masyarakat sebagai bagian penting dari ekosistem pendidikan.
Lebih lanjut, Rektor menepis anggapan bahwa kuliah di UIN hanya berorientasi pada penguasaan ilmu-ilmu keagamaan. Menurutnya, UIN STS Jambi menawarkan pendidikan yang mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya dibekali pemahaman keislaman yang kuat, tetapi juga kompetensi akademik, profesional, dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta tantangan perkembangan zaman.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Anggota Komisi VIII DPR RI Dapil Jambi, Drs. H. Hasan Basri Agus, M.M. Ia menyoroti meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan Islam. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya orang tua yang berbondong-bondong memasukkan anak-anak mereka ke lembaga pendidikan Islam sejak usia dini. Fenomena tersebut menunjukkan adanya kepercayaan masyarakat yang semakin besar terhadap pendidikan Islam sebagai fondasi dalam membentuk karakter, moral, dan kepribadian generasi muda.
Menurutnya, kecenderungan tersebut merupakan peluang sekaligus tantangan bagi lembaga pendidikan Islam untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Kepercayaan masyarakat yang telah tumbuh sejak jenjang pendidikan anak usia dini hingga pendidikan menengah perlu diikuti dengan penguatan akses dan keberlanjutan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Melalui tema yang diangkat, NGOPI kali ini menghadirkan ruang dialog untuk membangun kesadaran bahwa partisipasi masyarakat tidak cukup diwujudkan melalui dukungan moral semata. Lebih dari itu, diperlukan keterlibatan nyata dalam memperluas akses pendidikan, mendorong kesempatan generasi muda melanjutkan studi ke perguruan tinggi, serta membangun lingkungan sosial yang peduli terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
Bagi perguruan tinggi Islam, dukungan masyarakat juga menjadi modal strategis dalam memperkuat relevansi pendidikan dengan kebutuhan umat dan tantangan zaman. Perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi ruang akademik yang terpisah dari realitas sosial, tetapi harus hadir sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, pemberdayaan masyarakat, dan solusi atas berbagai persoalan umat.



