Humas, FtkUinjambi, Berita Online – Akhir-akhir ini seringkali kita mendengar dan dihebohkan oleh kasus pencurian barang yang dilakukan oleh seseorang yang sebenarnya barang tersebut bukanlah merupakan barang yang beharga atau tidaklah bermanfaat bagi si pencuri itu sendiri. Pencurian yang tanpa direncanakan ini menurut Ridwan Psikolog Jambi secara psikologis disebut sebagai indikasi gangguan kleptomania.
Dalam dialognya di tribun Jambi, Ridwan yang juga sebagai ketua PRODI PIAUD UIN Jambi serta Praktisi Anak berkebutuhan Khusus dan Praktisi Hipnoterapi menjelaskan kalau Kleptomania berasal dari Bahasa Yunani, Kleptein (mencuri/pencuri) Mania/maniak = kegilaan/keranjingan


Kleptomania merupakan gangguan mental/emosional akibat dari kendali impulse control disorder
Tanda-tandanya (dihimpun dari DSM V 2013) dan beberapa sumber lain:
1. Mencuri dimana saja : mencuri di tempat kerabat dan bisa juga di lokasi ramai
2. Benda yang dicuri bukanlah sesuatu yang beharga, seperti permen, sisir, jajanan atau barang-barang lainnya
3. Muncul pada masa puber sampai dewasa dan beberapa kasus, kleptomania muncul seumur hidup
4. Merasakan ketegangan yang meningkat sebelum mencuri, rasa tegang berkaitan dengan gangguan control impuls
5. Merasa lega dan senang setelah mencuri. Namun langsungg merasa malu, bersalah, menyesal, benci pada diri sendiri/ muncul rasa takut akan ditangkap
6. Tidak pernah/jarang menggunakan barang yang dicuri dan lebih banyak diletakkan, disimpan atau diberikan kepada orang lain. Tak jarang pula dikembalikan secara diam-diam atau dibuang.
7. Memiliki dorongan mencuri yang hilang dan timbul dengan tidak didasari oleh halusinasi, delusi, marah atau karena balas dendam
8. Mencuri secara spontan dan tidak direncanakan
Ditambahkan Ridwan yang juga selaku konselor anak, remaja dan dewasa ini ada beberapa faktor penyebab, diantaranya :
- Faktor Genetik, berupa gangguan hormone di otak, yakni hormon seretonim dan dopamin
Dopamin : merupakan Neurotransmitter yang berfungsi menyampaikan pesan ke otak agar bisa mengatur gerakan badan, memantik motivasi dan meningkatkan energy dan perhatian.
Berfungsi pula untuk mencari kesenangan, perhatian yang bisa menimbulkan kecanduan.
Seretonim : dipakai untuk mengirim sinyal kebagian lain dalam tubuh yang berfungsi mengatur emosi, suasana hati, ingatan dan belajar serta mengurangi kecemasan
2. Keturunan
3.Gangguan Depresi, kecemasan berlebihan, kepribadian, suasana hati
Penelitian dari Stanford university:
terdapat 62,5% gangguan kleptomania terjadi pada perempuan
37,5 % pada laki-laki.
Rata-rata penderita berusia 45,6 thn.
Penderita yang sudah menikah terindikasi sebanyak 47,5%, lajang 27,5% dan duda atau janda sebanyak 25%. 45 % pengangguran, karyawan tetap sebanyak 40%.
Untuk mendiagnosis gejala dapat dilakukan dengan wawancara/kuisioner atau bisa dilakukan dengan tes darah, CT Scan/MRI Kepala untuk memastikan tidak disebabkan oleh cedera kepala di otak.
Untuk penanganannya ada beberapa cara :
a. Penanganan psikologis :
1. Terapi Perilaku Kognitif, bisa berupa desensitiasi sistematis dengan cara relaksasi untuk mengendalikan dorongan mencuri dan pengkondisian semisal membayangkan saat mencuri dan menerima konsekuensi negative dari tindakan yang dilakukan.
2. Konseling keluarga
3. Psikodinamik
4. Terapi Modifikasi perilaku
b. Masalah genetik, dengan menggunakan obat-obatan yang dapat meningkatkan hormone seretonim di otak atau obat anti depresan
Bila ditemukan dilingkungan kita atau keluarga menurut Ridwan sebaiknya di konsultasikan ke Psikolog atau psikiater tutup Ridwan.