Humas.FtkUinjambi. Berita Online – Peristiwa mental yang dihadapi para calon peserta PEMILU bisa saja terjadi terutama bagi calon yang tidak mendapat keuntungan dari hasil PEMILU yang telah lalu. Menyadari bahwa para calon peserta PEMILU rentan tehdap gangguan psikologis, Tribun jambi mengundang salah seorang Psikolog dari UIN Jambi, Dr. Ridwan, S.Psi.,M.Psi.,Psikolog dipandu oleh host Rara, jum’at 23 Februari 2024.
Ridwan yang merupakan dosen PIAUD FTK UIN Jambi sekaligus Ketua PRODI PPG FTK UIN Jambi dalam pandangannya menyampaikan bahwa Depresi adalah gangguan kesehatan mental yang mempengaruhi perasaan, cara berpikir, dan cara bertindak seseorang. Peristiwa yang tidak sesuai antara harapan dan kenyataan berdampak pada munculnya kondisi depresi.
Menurut Ridwan, gejala depresi yang paling umum adalah merasa sedih dan kehilangan minat untuk melakukan aktivitas yang biasa mereka lakukan. Efek depresi sendiri bisa berlangsung lama serta berulang yang dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas sehari-hari, tidak hanya itu gangguan depresi ini juga dapat memburuk dan bertahan lebih lama bila tak mendapatkan penanganan.
Ditambahkan Ridwan, Ada beberapa jenis depresi, salah satunya adalah depresi mayor, yang ditandai dengan perasaan sedih, kehilangan minat, atau gejala yang biasanya muncul dan berlangsung selama sekitar dua minggu atau bahkan lebih. Ada juga distimia, gejala depresi kronis yang termasuk dalam depresi mayor dan telah terjadi selama setidaknya dua tahun. Termasuk pula gangguan bipolar (manis depresif) serta jenis depresi lainnya.
Penyebab depresipun beragam dan belum bisa dipastikan secara mutlak. Namun, jika kita memperhatikan beberapa sumber penyebab depresi, seperti masalah biologis dimana seseorang yang mengidap depresi mungkin menyebabkan perubahan fisik pada otak mereka, meskipun tingkat signifikan dari perubahan ini masih belum diketahui. Selain itu, ada gangguan kimia pada otak (transmitter) yang ditransmisikan oleh bahan kimia yang ada di otak secara alami yang berperan dalam pembentukan depresi. Perubahan fungsi dan efek ini dapat mempengaruhi stabilitas suasana hati sehingga berdampak pula pada tingkat depresi pada seseorang.

Perubahan hormon atau gangguan keseimbangan hormon dapat menyebabkan depresi. Ini sering terjadi selama proses, seperti perubahan keadaan dan kondisi tubuh, atau karena penyakit keturunan. Orang-orang yang memiliki riwayat depresi dalam keluarga mereka juga berisiko mengalami depresi. Oleh karena itu, gen dapat mempengaruhi resiko dari penyebab depresi setelah peristiwa kehidupan seperti
Kemudian peristiwa dalam hidup, seperti stres, kematian orang yang dicintai, trauma, isolasi, dan kurangnya dukungan, dapat menyebabkan depresi. Depresi yang diakibatkan oleh kondisi medis atau penyakit kronis seperti diabetes, kanker, dan penyakit lainnya. Penggunaan obat-obatan juga dapat menyebabkan depresi, seperti menggunakan narkoba atau alcohol yang memperparah kondisi depresi. Kepribadian yang kurang matang juga dapat memunculkan situasi depresi seperti pesimis, rendah diri dan terlalu bergantung pada orang lain. Orang-orang yang mengalami peristiwa traumatik, seperti kekerasan yang diterima, kehilangan orang yang dicintai, atau penggunaan obat tertentu, sering menyalahkan diri sendiri karena merasa rendah diri, putus asa, khawatir, dan cemas yang berlebihan, memiliki suasana hati yang buruk atau sedih berlebihan, sensitif, mudah marah, dan lebih sering menangis, kesulitan berpikir, mengambil keputusan, dan berkonsentrasi, dan menunjukkan sikap apatis pada lingkungan sekitar, dan tidak memiliki motivasi untuk semua hal juga bisa menimbulkan depresi
ciri-ciri orang depresi, memiliki tubuh yang mudah lelah dan tidak bertenaga, nafsu makan menurun atau bahkan tidak berselera, sulit tidur atau justru tidur terlalu banyak, nyeri dan pusing tanpa alasan yang jelas, bicara dan gerakan tubuh yang lebih lambat daripada biasanya, penurunan atau hilangnya gairah seksual, dan berat badan naik atau justru menurun
Untuk mengatasi depresi, ada beberapa metode. Melakukan perawatan mandiri terutama pada depresi ringan, dengan berolahraga teratur dan menciptakan perasaan positif, tidur dengan baik, dan mengonsumsi makanan sehat serta menghindari alcohol atau obat-obatan.
Terapi Psikologi juga dapat membantu mengurangi gejala depresi, yang biasanya diatasi dengan cara merubah kognitif kita. Terapi kognitif, juga dikenal sebagai Cognitif Behavior Therapi, bertujuan untuk membantu pengidap gangguan mental melepaskan pikiran dan perasaan negatif mereka dan menggantinya dengan respons positif.
Selain itu, problem solving terapi juga dapat membantu meningkatkan kemampuan individu untuk menghadapi pengalaman yang memicu rasa tertekan dan bisa juga dengan pendekatan psikoanalisa, yaitu bagaimana individu dapat membiasakan diri dengan merespon terhadap perasaan-perasaan yang dialami. Melaui Hipnoterapi juga dapat dilakukan dengan mengangkat alam bawah sadarnya berupa kecemasan-kecemasan maupun ketakutan yang dialami.
Pesan Ridwan, yang paling penting dari itu semua adalah dengan meningkatkan ibadah keagamaan kita dengan cara lebih banyak mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Pesan Ridwan kepada semua peserta kontestasi PEMILU mauun tim sukses dan pemilih yang tentunya berharap sangat banyak pada hasil yang diumumkan untuk dapat mengantisipasi diri sendiri terhadap situasi yang berdampak munculnya depresi dengan cara tetap menjaga kesehatan fisik, olahraga sehat teratur, makanan yang sehat, tidur yang cukup dan hindari kebiasaan negatif lainnya. Kesehatan fisik ini dapat meningkatkan mood dan meredakan depresi, kemudian mengelola situasi yang menekan dengan baik seperti yoga, aktif secara sosial, berbicara dengan orang terdekat, atau ahlinya seperti Psikolog. Jadi, ketika Anda merasa tertekan atau kesepian, jangan ragu untuk mencari dukungan. Lakukan pula hal menyenangkan Misalnya, membaca buku, melukis, dan bermain musik juga dapat membuat kita lebih bahagia dan merasa lebih baik tentang diri kita sendiri. Namun, saat kita dalam keadaan tertekan, sebaiknya kita menghindari penggunaan media sosial karena hal itu dapat menyebabkan kita menjadi semakin tertekan. Atur waktu Anda dengan baik, gunakan waktu untuk bersantai dan beristirahat, dan jangan terlalu sibuk atau bicara terlalu banyak dan banyak beribadah.
Selain itu, kita harus menyadari tanda-tanda awal depresi, dan jika kita menemukan gejala gangguan mental seperti yang disebutkan di atas, segera pergi ke Psikolog atau psikiater. Jangan menunggu, karena hal itu dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental kita. Selain itu, jangan mengisolasi diri ketika kita tertekan atau sedih tutup Ridwan