Humas.FtkUinJambi – Berita Online – Suasana Ramadhan Day 22 berlangsung penuh kekhusyukan dengan pelaksanaan sholat Dzuhur berjamaah yang diikuti oleh civiras akademika FTK UIN STS Jambi. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan kultum yang membahas “Meraih Ampunan Allah dan Pembebasan dari Api Neraka” yang disampaikan oleh Dr. H. Muhammad Yusuf, M.Pd (dosen MPI).
Dalam kultum tersebut dijelaskan bahwa menurut Syekh Abdul Qadir Jaelani, Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi merupakan proses penyucian diri lahir dan batin. Puasa harus mampu mendidik manusia agar tidak hanya menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa secara fisik, tetapi juga menahan hati, pikiran, dan perbuatan dari segala sesuatu yang dapat merusak nilai ibadah.
Dalam pandangan beliau, Ramadhan merupakan madrasah spiritual yang mendidik manusia untuk meningkatkan ketakwaan. Melalui puasa, sholat, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak amal kebaikan, seorang muslim diharapkan mampu membersihkan jiwanya serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
Saat ini kita sudah berada di sepuluh hari terakhir Ramadhan, ini adalah kesempatan terakhir bagi kita untuk memperbaiki diri dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Jangan sampai kita menjadi orang yang merugi karena melewati Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan dan pembebasan dari api neraka.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang dibebaskan dari api neraka pada bulan Ramadhan ini.