Humas.FtkUinJambi – Berita Online – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi berkolaborasi dengan Anggota Komisi VIII DPR RI Dapil Jambi menggelar kegiatan Ngobrol Pendidikan Islam (NgoPI) dengan tema “Sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)” pada Jum’at, 19 Agustus 2025, bertempat di Hotel Wiltop Jambi. Acara ini secara khusus diikuti oleh para guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) se-Kota Jambi sebagai bagian dari upaya memperkuat peran pendidik madrasah dalam menghadirkan proses belajar yang humanis, religius, dan berlandaskan kasih sayang.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Anggota Komisi VIII DPR RI Dapil Jambi, Drs. H. Hasan Basri Agus, M.M., Kasubdit Kurikulum dan Evaluasi Kemenag RI, Dr. H. Abdul Basit, S.Ag.,M.M., Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., Dekan FTK, Dr. Hj. Fadlilah, M.Pd., Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jambi, Dr. Dedi Irama Silalahi, S.Sos.,MA.B., jajaran pimpinan FTK, serta lebih dari 200 guru madrasah. Antusiasme peserta tampak dari kehadiran mereka yang aktif mengikuti jalannya diskusi hingga sesi tanya jawab.
Dalam sambutannya, Dekan FTK, Dr. Hj. Fadlilah, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan KBC menekankan bahwa pendidikan bukan hanya transfer of knowledge tapi juga merupakan ranah untuk menumbuhkan kasih cinta kepada diri sendiri, cinta kepada ilmu, cinta kepada lingkungan, cinta kepada tanah air dan bangsa kita.
“Pendidikan adalah proses menumbuhkan manusia yang utuh, yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia. Melalui Kurikulum Berbasis Cinta, kita ingin agar guru MI dan MTs menjadi motor penggerak terciptanya suasana pembelajaran yang penuh kasih sayang dan menumbuhkan karakter mulia sejak dini,” ungkapnya.
Sementara itu, Anggota Komisi VIII DPR RI Dapil Jambi, Drs. H. Hasan Basri Agus, M.M., dalam paparannya menjelaskan bahwa konsep KBC merupakan gagasan strategis yang relevan dengan kebutuhan zaman. Pendidikan, menurutnya, tidak boleh berhenti pada aspek kognitif semata. Selain itu, Beliau juga mengapresiasi FTK UIN STS Jambi atas penyelenggara sehingga diharapkan kegiatan ini ada manfaatnya untuk kepentingan peningkatan pendidikan agama dan bagaimana upaya kita meningkatan sistim pendidikan islam.
“Tugas kami sebagai anggota DPR RI tentunya menampung aspirasi. Saya di komisi VIII sebagai ketua kapoksi partai golkar yang tujuannya mendengar dan menampung informasi-informasi yang disampaikan dan andai kata nanti ada aspirasi yang berkaitan dengan menteri maka akan saya sampaikan dalam rapat bersama menteri”. Tegasnya.
Sebagai informasi, Kota Jambi merupakan titik lokasi pertama dari 35 titik lokasi kegiatan yang dijadwalkan. Sebelumnya, pada tahun 2023, kegiatan ini di selenggarakan oleh Kanwil Kemeng Provinsi Jambi. Namun, pada tahun ini FTK UIN Jambi dipercaya oleh Komisi VIII DPR RI menjadi pilot projek.
Kegiatan ini juga menjadi ruang dialog yang interaktif. Guru-guru MI dan MTs se-Kota Jambi menyampaikan beragam pertanyaan dan masukan, mulai dari bagaimana strategi mengintegrasikan nilai-nilai cinta dalam kurikulum, metode pembelajaran yang kreatif dan humanis, hingga kebutuhan pelatihan berkelanjutan bagi pendidik.
Beberapa guru juga menyampaikan aspirasi mengenai kondisi madrasah mereka serta menekankan pentingnya dukungan kebijakan dan regulasi agar implementasi kurikulum ini dapat berjalan efektif di madrasah. Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi VIII DPR RI menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi guru madrasah di tingkat pusat.







