Hari kedua rangkaian kegiatan (NgoPI) Ngobrol Pendidikan Islam yang diselenggarakan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN STS Jambi bersama Anggota Komisi VIII DPR RI, Drs H. Hasan Basri Agus, M.M (HBA) kali ini dilaksanakan untuk dosen FTK pada Sabtu (30/8). Forum ini menjadi wadah dialog konstruktif yang menghadirkan pembahasan penting mengenai “Dosen Berdampak Pilar Inovasi dan Transformasi Pendidikan Islam”.
Acara yang berlangsung di Hotel Wiltop Jambi ini dihadiri oleh Rektor UIN STS Jambi, Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jambi, jajaran pimpinan FTK, serta dosen yang hadir sebagai peserta. Lewat acara ini, Anggota Komisi VIII DPR RI menyapa dosen dalam rangka peningkatan pendidikan Islam. Acara ini penting untuk berdiskusi bersama segala kaeadaan dan situasi pendidikan Islam di lapangan, termasuk di madrasah, pesantren maupun lingkungan perguruan tinggi.
Dekan FTK, Dr. Hj. Fadlilah, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa dosen harus memberi pengaruh nyata kepada mahasiswa, kampus dan masyarakat. Jadi bukan hanya mengajar dikelas tetapi juga membentuk karakter dan kompetensi mahasiswa. Menghasilkan penelitian dan publikasi yang relefan dan solutif, aktif dalam pengabdian masyarakat dan pemberdayaan, menjadi teladan akhlak integritas dan profesionalisme, juga berperan sebagai agen perubahan dilingkungan akademik dan sosial.
“Sangat sempit pengertian kita tentang dosen ketika ia hanya bersifat administratif. Tapi juga harus berkontribusi bukan sekedar petugas administratif meskipun tugas administrasi dosen dan guru sangat berat sekali. Tapi itulah tuntutan sebagai usawatun hasanah”. Ujarnya.
Sementara itu, anggota Komisi VIII DPR RI, Drs. H. Hasan Basri Agus, M.M., menyebutkan bahwa memang sengaja hadir di tengah-tengah dosen untuk menampung aspirasi dari masyarakat melalui program NGOPI ini yang akan dibawa dalam rapat bersama Dewan Komisi VIII DPR RI, termasuk bersama Menteri Agama RI. Salah satu pembahasan penting adalah penguatan pendidikan Islam di madrasah, pesantren dan di lingkungan perguruan tinggi yang perlu menjadi perhatian bersama pemerintah daerah, Kementerian Agama, Komisi VIII DPR RI dan para pemangku kepentingan terkait lainnya.
Sebagai informasi, kegiatan Ngopi memiliki 59 titik kegiatan dengan jangka waktu selama tiga bulan atau sampai akhir tahun 2025. 35 titik dipegang oleh H. Hasan Basri Agus sedangkan 24 titik lainnya dipegang oleh Drs. H. Zulfikar Achmad yang juga merupakan anggota Komisi VIII DPR RI dapil Jambi. Kegiatan ini akan tersebar ke kabupaten-kabupaten yang ada di provinsi Jambi. Dan FTK UIN Jambi dipercaya sebagai PIC dari 59 titik kegiatan ngopi ini.
Pada kesempatan yang sama, Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., Kerjasama Antara Kementerian Agama dengan komisi VIII DPR RI Kementerian agamanya adalah di bawah dirjen pendis. Yang menangani kegiatan ini anggarannya diambil dari 5 direktorat. Satu diantaranya adalah direktorat diktis perguruan tinggi. Jadi dosen yang hadir pada kegiatan hari ini adalah anggaran pendidikan tinggi.
Beberapa dosen FTK juga menyampaikan pandangan kritis mereka, mulai dari kebijakan pemerintah dalam menyikapi pendidikan Islam pada era digital hingga program peningkatan kompetensi . Diskusi berlangsung hangat dan interaktif, menandakan besarnya antusiasme sivitas akademika FTK dalam menyongsong perubahan.
Kegiatan ini ditutup dengan kesepahaman bersama bahwa transformasi pendidikan Islam harus dimulai dari dosen sebagai pilar utama. Melalui sinergi dengan DPR RI, diharapkan akan lahir kebijakan dan program yang mendukung peningkatan kapasitas dosen, sehingga pendidikan Islam mampu berperan lebih signifikan dalam pembangunan bangsa.





