Humas.FtkUinJambi – Berita Online – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi kembali melanjutkan rangkaian kegiatan Ngobrol Pendidikan Islam (NgoPI) bersama Anggota Komisi VIII DPR RI Dapil Jambi. Kegiatan ini menjadi wadah dialog inspiratif antara akademisi, praktisi pendidikan Islam, dan pemangku kebijakan dalam memperkuat arah dan mutu pendidikan anak usia dini (PAUD) berbasis nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin.
Dengan mengusung tema “Inovasi Kurikulum Raudhatul Athfal: Membangun Fondasi Emas Pendidikan Anak Usia Dini.” Kegiatan ini merupakan titik ke-19 dan titik ke-20 yang menghadirkan Dr. Hj. Nurcahaya, M.Pd., Ketua Perwakilan Daerah IGRA Provinsi Jambi sebagai narasumber utama, dan Dr. H. Amirul Mukmini Al-Anwary M.Pd.I., yang merupakan dosen UIN STS Jambi sebagai narasumber kedua.
Acara yang berlangsung dengan penuh semangat ini dihadiri oleh Anggota Komisi VIII DPR RI Dapil Jambi, jajaran pimpinan FTK, ketua perwakilan daerah IGRA Provinsi Jambi, guru-guru PAUD, serta perwakilan dari berbagai lembaga pendidikan Islam di Provinsi Jambi.
Rangkaian NgoPI FTK kali ini tidak hanya menjadi ajang diskusi akademik, tetapi juga forum strategis dalam menyinergikan ide-ide inovatif guna memperkuat kurikulum pendidikan anak usia dini yang lebih kontekstual, humanis, dan berkarakter Islami.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (9/10) bertempat di Hotel Wiltop Jambi ini dibuka langsung oleh Rektor UIN Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan NgoPI ini merupakan inisiasi dua elemen yakni Kementerian Agama RI dan Komisi VIII DPR RI. Kemudian terdapat lima direktorat yang menjadi sasarannya, direktorat GTK, pesantren, pendis/diktis, kesekretraiatan, dan direktorat KSKK.
“Kita berharap kegiatan kita pada hari ini berdampak positif dalam melaksanakan tugasnya sebagai guru-guru RA dimanapun pengabdiannya. Inovasi kurikulum di tingkat Raudhatul Athfal bukan hanya soal materi pembelajaran, tetapi juga bagaimana menanamkan nilai keislaman dengan cara yang menyenangkan, penuh cinta, dan kasih sayang. Anak usia dini harus tumbuh dalam lingkungan yang menumbuhkan karakter, spiritualitas, serta daya kreativitas,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota Komisi VIII DPR RI Dapil Jambi, Drs. H. Hasan Basri Agus, M.M., dalam paparannya menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini, khususnya di lembaga Raudhatul Athfal, memiliki peran vital dalam mencetak generasi unggul berkarakter Islami.
“Kami di Komisi VIII DPR RI terus memperjuangkan peningkatan mutu pendidikan Islam, termasuk pada jenjang RA dan PAUD. Dukungan kebijakan dan penguatan lembaga pendidikan Islam merupakan bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang unggul, beriman, dan berakhlak mulia,” tegasnya.
Sesi diskusi berjalan dinamis dengan berbagai masukan dari peserta, mulai dari pengurus RA hingga guru-guru RA. Banyak gagasan menarik muncul, terutama mengenai bagaimana implementasi kurikulum RA dapat mengintegrasikan pendekatan bermain, eksplorasi, dan pembelajaran kontekstual berbasis nilai Islam.
Melalui kegiatan NgoPI ini, FTK UIN STS Jambi bersama Komisi VIII DPR RI Dapil Jambi kembali menegaskan perannya sebagai mitra strategis dalam pembangunan pendidikan Islam di Indonesia, khususnya di wilayah Jambi. Program NgoPI yang digagas Kemenag RI bukan sekadar forum diskusi rutin, melainkan bagian dari upaya nyata dalam membangun ekosistem pendidikan Islam yang berkelanjutan, inklusif, dan relevan dengan tantangan era modern.










2 Responses
Alhamdulillah Sangat Bermanfaat Sekali Ilmunya Yg Telah Disampaikan Oleh Pemateri Saya Secara Pribadi Mengucapkan Terimakasih Yg Sedalam Dalamnya,Dalam Kegiatan NgoPi FTK UIN STS Jambi Bersama Komisi DPR RI Dapil Jambi Yang Dilaksanakan Pada Hari Kamis 09-10-2025 Semoga Dilain Waktu Bisa Lagi Mengikuti Kegiatan Dalam Menambah Wawasan Dan Ilmu Saya.. Sekali Lagi Trimakasih Sedalam Dalamnya
Berkah Dunia Akhirat 🤲
Kegiatan ini sangat menarik dan mampu meningkatkan kompetensi para guru RA dalam proses pembelajaran..