Fakultas Tarbiyah & Keguruan
UIN Sulthan Thaha Saifuddin
Jambi

Menangkal Ujaran Kebencian Menurut Psikolog Prodi  PIAUD UIN Jambi

Humas, FtkUinjambi, Berita Online  – Maraknya permusuhan yang terjadi gegara status maupun komen di media sosial seperti di whatsapp, facebook dan lain-lain menjadikan satu pihak dengan pihak yang lain menjadi saling bermusuhan meskipun awalnya mereka berteman bahkan bersahabat.

Fenomena seperti ini semakin kuat muncul di era yang penuh digitalisasi dan berujung pada saling fitnah dan melaporkan. Tentu menjadi sesuatu yang miris jika ini terus berlanjut dan dapat merusak komunikasi yang telah dibangun bersusah payah. Saling menjatuhkan, saling merendahkan menghilangkan rasa empati kita dengan sesama.

Ridwan, Psikolog yang dimiliki oleh UIN STS Jambi memberi catatannya atas ujaran kebencian yang semakin marak saat ini,  kalau ujaran kebencian bisa muncul dari individu yang kurang percaya diri akan kemampuannya sehingga timbul hasrat untuk menjatuhkan orang lain.

Disamping itu ada perilaku impulsif dari individu yang tidak mampu mengontrol diri dalam berperilaku serta berucap artinya bertindak tanpa dipikirkan terlebih dahulu akibatnya. Bisa juga dipengaruhi oleh kondisi frustasi yang menyebabkan individu marah dan melakukan serangan agresi kepada orang lain baik itu secara verbal maupun non verbal yang menjadi sumber rasa frustasinya yang coba dialihkan atau diproyeksikan kepada orang lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan masalah pribadi yang ia alami.

Secara sosial, ada perilaku meniru atau ikut-ikutan orang lain untuk melakukan ujaran kebencian yang kemudian ini berproses menjadi sebuah kebiasaaan untuk selalu membenci.

Ada juga karena sang individu pembenci ini mendapat perlakuan yang sama dari lingkungan sehingga akhirnya iapun ikut melakukan hal yang sama pula pada orang lain, sehingga kita tak mampu lagi memilih dan memilah mana informasi yang menimbulkan distorsi.

untuk menangkal ujaran kebencian  perlu dilakukan sosialisasi serta pemahaman yang luas kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam bersikap karena akan ada konsekuensi tersendiri yang dapat ditimbulkan apalagi sekarang sudah ada UU ITE yang mengaturnya.

“Kita juga perlu memilah dan memilih informasi yang akurat untuk dapat dicerna sehingga tidak kesusu memberi tanggapan responsif sehingga tidak terjadi disinformasi yang keliru, ketika akan memberikan komen jangan dalam keadaan emosi yang sedang tidak stabil karena akan mempengaruhi mood serta berefek pada komentar yang diberikan dimana dapat menimbulkan perkataan yang menyakitkan bagi orang lain. Sadari pula bahwa orang lain memiliki hati dan tidak semua orang enjoy atau easy going dengan pernyataan ataupun komen orang lain terhadap dirinya. Ada individu yang sangat baper dan sensitif dengan reaksi orang lain yang dapat menimbulkan kesedihan mendalam bagi dirinya. Mari kita sama-sama berinstrospeksi pada diri kita masing-masing, bisa jadi kita sebagai akar penyebab dan itu tanpa kita sadari. Yuk, mari kita menebar kebaikan serta selalu memberi manfaat bagi orang banyak.

Khoirunnas anfauhum linnas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bantuan terkait lift:
0821-7697-5982

Humas UIN STS Jambi:
0811-7467-899