Fakultas Tarbiyah & Keguruan
UIN Sulthan Thaha Saifuddin
Jambi

FTK Gelar Diseminasi Hasil Penelitian/Pengabdian: Integrasi MDT ke Sekolah

Humas.FtkUinJambi – Berita Online – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi menggelar diseminasi hasil penelitian dan pengabdian masyarakat dengan tema “Integrasi Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) ke Sekolah: Studi Kasus Jambi, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan.” Acara ini berlangsung pada Rabu, 8 Januari 2025 di ruang dosen FTK Lt.5 dan dihadiri oleh Dekan beserta jajarannya, ketua dan sekretarsi prodi dilingkungan FTK, para dosen, serta mahasiswa.

Presentasi disampaikan oleh Tim Peneliti/Pengabdi, yakni, M. Husnul Abid, SS.,M.A., dosen Fakultas Dakwah, serta Dion Efrijum Ginanto, S.Pd, MA, Ph.D., Atika, M.Pd., dan M. Gazali, M.Pd., ketiganya dosen FTK, yang bertujuan untuk mengevaluasi dampak integrasi Madrasah Diniyah Takmiliyah ke dalam sistem pendidikan formal sekolah, yang kemudian penelitian ini akan diterbitkan ke jurnal popular.

Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) adalah lembaga baru Pendidikan keagamaan non-formal di Indonesia. Lahir pasca-kebijakan standarisasi Pendidikan pada 2007-2008, MDT merupakan nama baru yang harus diadopsi oleh madrasah yang gagal memenuhi delapan standar Pendidikan. Statusnya yang tidak formal menjadikan MDT kehilangan peminat dan dalam beberapa tahun terakhir jumlah peserta didiknya semakin menurun secara drastis. Didasarkan pada data lapangan di Jambi, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan, seminar ini mengungkap bahwa konflik regulasi turut membuat nasib MDT kian tidak menentu.

Disamping persoalan klasik dikotomi Pendidikan yang ternyata juga terdapat Pendidikan nonformal, berbagai regulasi Pendidikan di tingkat lokal membuat MDT kesulitan mengatur waktu pembelajaran dan berkembang. Walhasil, meskipun Kementerian Agama telah mengatur integrasi MDT ke sekolah serta mengenalkan berbagai model integrasi yang bisa diacu, kebijakan tersebut sulit diterapkan di sekolah. Dengan sosialisasi aturan integrasi yang kurang memadai, berbagai daerah bahkan membuat program tersendiri sebagai tambahan untuk pembelajaran agama di sekolah.

Meskipun acara ini bertujuan untuk memberikan wawasan baru tentang integrasi MDT dalam pendidikan sekolah, penurunan peminat menjadi perhatian serius bagi para penyelenggara. Dalam acara diseminasi, Dion Efrijum Ginanto, S.Pd, MA, Ph.D. menjelaskan bahwa meskipun MDT memiliki potensi besar dalam penguatan nilai-nilai agama dan karakter siswa, penerimaan terhadap ide integrasi ini di kalangan sekolah-sekolah dan madrasah tidak berjalan sesuai harapan.

Selain itu, hasil penelitian juga mengungkapkan bahwa faktor birokrasi, keterbatasan sumber daya, serta perbedaan persepsi tentang kurikulum antara madrasah dan sekolah menjadi hambatan yang cukup besar dalam proses integrasi ini. Beberapa sekolah juga menganggap bahwa penambahan program pendidikan agama dari MDT akan menambah beban administratif dan tidak sejalan dengan fokus utama mereka dalam mencapai standar kurikulum nasional.

Kegiatan diseminasi ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi terbuka antara para peserta yang saling berbagi pengalaman serta gagasan terkait integrasi MDT ke sekolah. Selanjutnya, FTK UIN STS Jambi berkomitmen untuk terus mendukung penelitian-penelitian inovatif yang dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

   

   

   

   

   

   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bantuan terkait lift:
0821-7697-5982

Humas UIN STS Jambi:
0811-7467-899