Humas.FtkUinJambi – Berita Online – Rangkaian kegiatan NgoPI (Ngobrol Pendidikan Islam) yang merupakan program unggulan Kementerian Agama RI bermitra dengan Komisi VIII DPR RI dan dilaksanakan oleh Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN STS Jambi, kali ini memasuki titik ke 15 dan 16 yang berlokasi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim). Pada edisi kali ini, kegiatan mengusung tema “Mewujudkan Pesantren Ramah Santri: Menanamkan Nilai Islam dengan Cinta dan Kasih Sayang” dengan menghadirkan Dr. Sisran, S.Ag.,M.Pd.I., sebagai Narasumber utama.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (6/10) bertempat di Ratu Hotel Tanjabtim ini diselenggarakan sebagai wadah dialog antara akademisi, praktisi pendidikan Islam, dan para pemangku kepentingan dalam rangka memperkuat kualitas pendidikan keagamaan di Indonesia, khususnya di lingkungan pesantren.
Turut hadir dalam kegiatan ini Anggota Komisi VIII DPR RI Dapil Jambi, Drs. H. Hasan Basri Agus, M.M., Dekan FTK, Kasi Ponpes Kanwil Kemenag Tanjabtim, serta peserta dari perwakilan ponpes dan Banser di Tanjabtim. Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan komitmen bersama untuk membangun ekosistem pendidikan Islam yang lebih ramah, humanis, dan berlandaskan nilai-nilai kasih sayang.
Dekan FTK UIN STS Jambi, Dr. Hj. Fadlilah, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi bangsa. Oleh karena itu, nilai-nilai cinta dan kasih sayang perlu dijadikan fondasi dalam seluruh aktivitas pendidikan di pesantren agar tidak hanya melahirkan santri yang cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia, lembut hati, dan moderat dalam beragama.
“Pondok pesantren ini lahir dari kelompok-kelompok masyarakat yang peduli terhadap pentingnya pendidikan agama. Oleh karena itu, pesantren harus tumbuh menjadi perisai yang aman dan menyenangkan bagi santri sehingga mereka merasa pondok merupakan rumah kedua bagi mereka”. Ujarnya.
Sementara itu, Anggota Komisi VIII DPR RI Dapil Jambi, Drs. H. Hasan Basri Agus, M.M., dalam paparannya menyampaikan bahwa Komisi VIII memiliki komitmen kuat dalam mendukung pengembangan pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan di Indonesia.
“Alhamdulillah Sekarang dimana-mana pondok pesantren menjadi pilihan orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya karena ada jaminan berkal akhirat. Bagi saya program NgoPI ini menjadi wadah untuk menyerap aspirasi dan berbagi praktik baik dalam pengelolaan pendidikan Islam. Silahkan sampaikan apapun aspirasi yang berkaitan dengan pendidikan Islam. Aspirasi ini akan saya sampaikan pada saat rapat bersama menteri”. ujar pak dewan yang akrab disapa HBA.
Beliau juga menekankan pentingnya peran guru dan pengasuh pesantren dalam memberikan keteladanan yang berbasis empati dan kasih sayang. Dalam konteks kebijakan, Komisi VIII DPR RI juga terus berupaya memperjuangkan penguatan regulasi dan dukungan terhadap pesantren, termasuk melalui optimalisasi implementasi Undang-Undang Pesantren.
Kegiatan ini berlangsung dengan suasana hangat dan penuh antusiasme. Para peserta aktif memberikan tanggapan dan pertanyaan seputar pengelolaan pesantren yang ramah santri, tantangan di lapangan, serta strategi internalisasi nilai-nilai Islam yang penuh cinta dalam kehidupan santri sehari-hari.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto, menandai semangat kolaboratif antara FTK UIN STS Jambi dan Komisi VIII DPR RI dalam membangun masa depan pendidikan Islam yang lebih ramah, inklusif, dan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan.





