Humas, FtkUinjambi, Berita Online – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menggelar peringatan isra mi’raj Nabi Muhammad SAW sekaligus melaksanakan tasyakuran menempati Gedung Baru A Sayap C. Rabu (22/02/23).
Isra miraj diperingati sebagai peristiwa penting bagi umat islam diseluruh dunia. Isra Miraj memperingati saat Nabi Muhammad SAW mendapatkan perintah untuk melaksanakan shalat lima waktu dalam sehari semalam dan diperingati setiap tanggal 27 Rajab berdasarkan penanggalan Hijriyah.
Dekan FTK, Dr. Hj. Fadlilah, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasihnya atas kehadiran civitas akademika FTK khususnya penceramah isra mi’raj pada hari ini.
“Alhamdulillah momentum tasyakuran dan menempati gedung baru bersamaan dengan peringatan isra mai’raj yang mana kita mengundang penceramah atau dosen senior dalam keilmuannya sudah tidak diragukan lagi yaitu Drs. H. Marzuki Arsyad Ash, MA.
Hj. Fadlilah berharap melalui uraian hikmah isra mi’raj nanti kita bisa mengambil pelajaran dan peristiwa bagaimana Rasululah SAW mendapatkan perintah sholat dan sesuai dengan tema pada hari ini “Hikmah Sholat Dalam Meningkatkan Motivasi Kerja” dapat kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.



Menurut Ust. Drs. H. Marzuki Asyad dalam ceramahnya menjelaskan Isra mi’raj merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Kabah di Mekkah ke Masjid Al Aqsa di Yerusalem dan sekaligus melalui perjalan ini menunjukan tanda-tanda kebesaran Allah SWT. Dalam perjalanan ini, Nabi mengendarai hewan bernama buraq.
Jarak Mekkah dan Yerusalem pada saat itu normalnya ditempuh dengan perjalanan kuda atau unta selama sekitar satu bulan, tetapi dicapai Nabi Muhammad SAW dalam semalam.
Sedangkan Miraj merupakan perjalanan yang Nabi Muhammad SAW dari Masjid Al Aqsa naik kelangit ketujuh atau Sidratul Muntaha. Dalam perjalanan ke Sidratul Muntaha, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan nabi-nabi terdahulu di setiap tingkatan dari tujuh tingkatan langit, sebagai berikut: Nabi Adam di langit pertama, Nabi Isa dan Yahya dilangit kedua, Nabi Yusuf dilangit ketiga, Nabi Idris dialngit keempat, Nabi Harun dilangit kelima, Nabi Musa dilngit keenam, Nabi Ibrahim ketujuh.
Diriwayatkan, awalnya Allah SWT memerintahkan umat Islam melaksanakan shalat 50 kali dalam sehari. Namun, Nabi Muhammad SAW meminta keringanan kepada Allah SWT. Ketika mencapai Sidratul Muntaha, Nabi Muhammad SAW mendapatkan perintah untuk mengerjakan shalat wajib lima waktu. Peristiwa ini menjadi titik penting perjalanan Nabi Muhammad selama Isra Miraj. Sejak saat itu, umat Islam wajib menjalankan shalat lima waktu dalam sehari.
Namun yang pasti peristiwa Isra Mikraj ini terjadi ketika Rasulullah SAW sedang menghadapi situasi sangat berat. Baru saja boikot Bani Hasyim berakhir. Disusul kematian dua orang terdekatnya, Khadijah sang istri tercinta dan Abu Thalib sang paman yang beliau juga cintai. Bahkan baru saja beliau kembali dari misi Dakwah ke Thaif yang ternyata berakhir dengan resistensi yang menyedihkan.
Semua itu menjadikan beliau menyebut masa-masa tersebut dengan sebutan Aamul huzni atau tahun kesedihan. Bagaimana tidak, tidak saja bahwa Khadijah sebagai tulang punggung Dakwah meninggalkan beliau. Sementara Abu Thalib walaupun bukan Muslim tapi memposisikan diri sebagai banteng Rasulullah dari serangan musuh, khususnya dari kalangan keluarga.
Diakhir ceramahnya ia memberikan motivasi kepada civitas akademika FTK tentang ada 3 kepuasan dalam bekerja yang pertama bekerja sesuai dengan kemampuan, suasana dan hubungan kerja serta insentif yang memadai dan juga bagaimana sholat dapat memotivsi kita dalam bekerja.