Fakultas Tarbiyah & Keguruan
UIN Sulthan Thaha Saifuddin
Jambi

FTK dan Komisi VIII DPR RI Dorong Transformasi Pesantren Menuju Gerakan Pemberdayaan Perempuan di Era Digital

Humas.FtkUinJambi – Berita Online – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi kembali menggelar kegiatan Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi) bersama Anggota Komisi VIII DPR RI. Kegiatan kali ini mengangkat tema “Transformasi Pesantren Menuju Gerakan Pemberdayaan Perempuan di Era Digital”, yang menjadi ruang dialog inspiratif dalam merespons tantangan serta peluang perempuan di lingkungan pesantren dalam menghadapi era digitalisasi.

Acara yang berlangsung dengan penuh antusias ini menghadirkan Drs. H. Hasan Basri Agus, M.M., selaku Anggota Komisi VIII DPR RI Dapil Jambi, selain itu juga dihadiri oleh Hj. Hesnidar Al Haris, S.E., sebagai Ketua BKMT Provinsi Jambi dan sebagai narasumber utama bersama para akademisi dan civitas akademika FTK.

Kegiatan ini bertujuan untuk menggali peran strategis pesantren dalam mendorong kesetaraan dan pemberdayaan perempuan, khususnya melalui literasi digital dan pengembangan potensi santriwati. Turut hadir aktivis perempuan dari ormas Islam, diantaranya BKMT Provinsi jambi, NU Women, Perempuan ICMI, BKMT kota Jambi, serta dari berbagai majelis pengajian yang ada di Kota Jambi.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (23/10/2025) bertempat di Wiltop Hotel Jambi ini dibuka langsung oleh Dekan FTK, Dr. Hj. Fadlilah, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendidikan Islam merupakan kebutuhan pokok bahkan kebutuhan yang paling mendasar. Transformasi pesantren tidak hanya berkutat pada aspek kurikulum dan metodologi pendidikan, tetapi juga harus menyentuh aspek pemberdayaan masyarakat, termasuk perempuan.

Pesantren memiliki potensi besar sebagai pusat lahirnya gerakan pemberdayaan perempuan. Di era digital ini, penting bagi santri dan santriwati dibekali dengan kemampuan literasi digital agar mampu berkontribusi secara aktif di masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Drs. H. Hasan Basri Agus, M.M., Anggota Komisi VIII DPR RI yang hadir menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan Islam, dan masyarakat pesantren dalam menciptakan lingkungan yang inklusif bagi perempuan.

Era digital membuka ruang seluas-luasnya bagi perempuan untuk berkarya. Pesantren harus menjadi pionir dalam membangun gerakan perempuan yang cerdas, mandiri, dan berdaya saing,” tegasnya.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa kehadirannya pada forum NgoPI ini ialah untuk mendengarkan langsung aspirasi dari masyarakat terkhusus aktivis perempua Jambi tentang bagaimana seharusnyapeningkatan mutu pendidikan Islam di Provinsi Jambi.

Pada kesempatan yang sama, Hj. Hesnidar, S.E., ketua BKMT Provinsi Jambi dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada HBA atas dedikasi dan kepuliannya terhadap masyarakat Jambi. Selain itu berilau juga menegaskan bahwa pendidikan Islam adalah tugas kita bersama karena anak-anak tidak cukup hanya didik di sekolah/pondok saja tetapi terpenting pula bagaimana pengaruh lingkungan sekita, rumah dan keluarga.

“terimakasih kepada HBA dan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi telah melaksanakan forum ini. Mari kita manfaatkan kegiatan ini semoga memberikan banyak pengetahuan dan berdiskusi bagaimana perkembangan pendidikan Islam di era digital,” ucapnya.

Di akhir kegiatan, disampaikan harapan agar NgoPI terus menjadi wadah strategis bagi pengembangan wacana dan kebijakan pendidikan Islam yang inklusif dan progresif, sejalan dengan semangat membangun sumber daya manusia unggul di lingkungan pesantren.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bantuan terkait lift:
0821-7697-5982

Humas UIN STS Jambi:
0811-7467-899