Humas.FtkUinJambi – Berita Online – Memasuki hari kedua rangkaian kegiatan NgoPI (Ngobrol Pendidikan Islam) program unggulan Kementerian Aagam RI yang diselenggarakan oleh Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN STS Jambi berkolaborasi bersama Anggota Komisi VIII DPR RI Dapil Jambi, telah memasuki titik ke 13 dan 14 yang masih berlokasi di Kota Jambi. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Wiltop Jambi dan dihadiri oleh Anggota Komisi VIII DPR RI Dapil Jambi, Dekan FTK beserta jajarannya, serta para peserta yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan.
Titik ke 13 mengusung tema “Peningkatan Mutu Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Melalui Bedah Borang Akreditasi” dengan menghadirkan Prof. Dr. Eko Hariyono, S.Pd.,M.Pd., (Asesor LAMDIK) sebagai narasumber yang pakar dibidang akreditasi, dan diikiuti perserta dari kalangan dosen, tim taskforce, mahasiswa serta pengguna layanan. Kemudian pada titik ke 14 mengusung tema “Peningkatan Kompetensi Operator Dalam Pengelolaan Sistem Informasi Madrasah” dengan menghadirkan Amad Muhairi, S.Pd.I (UC Emis dan HD Kanwil Kemenag Provinsi Jambi) sebagai narasumber yang ahli dibidangnya, dan diikuti perserta dari operator madrasah baik dari tingkat MI, MTs, dan MA se-Kota Jambi dan Muaro Jambi.
Acara yang digelar pada hari Sabtu (27/9) ini bertujuan untuk memperkuat kualitas pendidikan keagamaan Islam serta meningkatkan kemampuan teknis operator dalam pengelolaan data dan sistem informasi madrasah yang kini menjadi tulang punggung administrasi pendidikan di lingkungan Kementerian Agama.
Acara dibuka oleh Dr. Hj. Fadlilah, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat diikuti secara cermat karena akreditasi merupakan mutu utama dari perguruan tinggi dan operator madrasah merupakan salah satu aspek kunci utama terhadap lancarnya administrasi pendidikan. “Peningkatan mutu pendidikan tinggi keagamaan Islam harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas SDM, terutama operator yang mengelola sistem informasi madrasah. Keduanya adalah kunci untuk mendorong kemajuan pendidikan Islam yang berkualitas dan akuntabel”. Ujarnya.
Sementara itu, Anggota Komisi VIII DPR RI Dapil Jambi, Drs. H. Hasan Basri Agus, M.M., dalam sambutannya menjelaskan bahwa komisi VIII membidangi departemen agama, departemen sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, serta penanggulangan bencana. Komisi ini juga bertanggung jawab terhadap Lembaga mitra seperti Kementerian Agama, Kementerian Sosial, badan amil zakat, wakaf Indonesia, dan pengelola haji.
Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa progam unggulan dari departemen Kementerian Agama salah satunya adalah NgoPI (Ngobrol Pendidikan Islam). Tiga tahun yang lalu yang menjadi PIC nya dari Kanwil Kemenag dan pada tahun ini dibebankan kepada FTK UIN STS Jambi . “saya merasa sangat tepat sekali berkolaborasi bersama Fakultas Tarbiyah yang paham bagaimana meningkatkan pendidikan Islam di era digital saat ini terkhusus di Jambi. Bagi kami ini akan menjadi bahan masukan pada saat rapat bersama Menteri”. Jelasnya.
Para peserta aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan sistem informasi dan proses akreditasi. Beberapa peserta mengungkapkan kendala seperti keterbatasan pemahaman teknis dan kurangnya pelatihan berkelanjutan bagi operator madrasah. Narasumber menanggapi dengan memberikan solusi berupa pelatihan langsung dan pendampingan intensif.
Kegiatan Ngopi ini juga menjadi ajang sinergi antara lembaga pendidikan, legislatif, dan pemerintah daerah dalam memperkuat mutu pendidikan Islam di Jambi. Komitmen bersama untuk terus melakukan pembinaan dan peningkatan kualitas pendidikan keagamaan diharapkan dapat berdampak positif pada pengembangan sumber daya manusia yang berkompeten dan berintegritas.





