Humas.FtkUinJambi – Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi mengikuti rapat koordinasi bersama Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan Islam melalui penguatan tata kelola program, akuntabilitas pengelolaan anggaran, serta inovasi komunikasi publik yang mendukung transformasi pendidikan Islam di Indonesia.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Evaluasi Tahun 2025 dan Persiapan Pelaksanaan Tahun 2026 Program Peningkatan Mutu Pendidikan Islam melalui Swakelola Tipe II yang digelar Direktorat Jenderal Pendidikan Islam di Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. Amien Suyitno, M.Ag., mengatakan bahwa peningkatan mutu pendidikan Islam tidak hanya diukur dari capaian program, tetapi juga dari kualitas tata kelola, efektivitas pelaksanaan, serta kemampuan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun kolaborasi.
Selain penguatan koordinasi, Kementerian Agama juga terus mendorong peningkatan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran pendidikan. Inspektur Jenderal Kementerian Agama, Khairunnas, menegaskan pentingnya tata kelola dana yang transparan dan sesuai regulasi sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas program pendidikan Islam.
Upaya peningkatan mutu pendidikan Islam juga dilakukan melalui penguatan komunikasi publik dan diseminasi program-program strategis Kementerian Agama. Sekretaris Jenderal Pendidikan Islam, Arskal Salim, menilai bahwa forum-forum dialog seperti Ngobrol Pendidikan Islam (NGOPI) perlu terus dikembangkan sebagai sarana penyebarluasan gagasan, kebijakan, dan praktik baik di bidang pendidikan Islam.
Menurut Prof. Dr. M. Arskal Salim, GP., M.Ag., program-program strategis seperti Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) perlu terus disosialisasikan agar dipahami secara luas oleh guru, dosen, kepala madrasah, pengelola pesantren, mahasiswa, serta masyarakat. Ia juga mendorong penyelenggaraan forum yang lebih interaktif dengan menghadirkan praktisi pendidikan, guru inspiratif, kepala madrasah, pengasuh pesantren, serta tokoh masyarakat. Selain itu, pemanfaatan media digital, video pendek, infografis, dan berbagai bentuk publikasi lainnya dinilai penting untuk memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat.
Melalui penguatan tata kelola, akuntabilitas keuangan, peningkatan kualitas program, serta inovasi komunikasi publik, Kementerian Agama berharap transformasi pendidikan Islam dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas madrasah, pesantren, dan perguruan tinggi keagamaan Islam di seluruh Indonesia.