Humas.FtkUinJambi – Di tengah derasnya arus digitalisasi yang melanda dunia pendidikan, Program Studi Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK), Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, menggelar kuliah tamu bertajuk “Kecerdasan Buatan dalam Pendidikan Matematika: Tren, Peluang, dan Tantangan bagi Pendidik di Era Digital.” Kegiatan yang berlangsung pada hari ini, Senin, 29 Juni 2026, bertempat di Ruang Amphitheater Lantai 4 Gedung Rektorat UIN STS Jambi, ini dihadiri oleh mahasiswa Program Studi Tadris Matematika serta segenap dosen di lingkungan prodi.
Kuliah tamu ini menghadirkan narasumber utama, Dr. Syamsir Sainuddin, S.Pd., M.Pd. , yang dikenal sebagai pakar dalam bidang integrasi teknologi dan pembelajaran matematika. Dalam pemaparannya, ia menyampaikan pandangan mendalam tentang hakikat pendidikan matematika. Menurutnya, tujuan utama pendidikan matematika bukanlah sekadar menghasilkan jawaban yang benar, melainkan membentuk cara berpikir yang benar. “Matematika mengajarkan kita bagaimana bernalar, menganalisis, dan mengambil keputusan secara logis. Jawaban benar hanyalah produk sampingan, tetapi yang terpenting adalah proses berpikir kritis dan sistematis yang terbentuk dalam diri peserta didik,” ujar Dr. Syamsir. Ia juga memberikan perspektif tentang bagaimana kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan secara etis dan efektif untuk mendukung proses berpikir tersebut, sekaligus mengantisipasi tantangan yang menyertainya di era digital.
Dalam sambutan pembukaannya, Ketua Program Studi Tadris Matematika UIN STS Jambi, Dr. Ali Murtadlo MS, M.Ag. , menyampaikan bahwa kegiatan kuliah tamu ini merupakan bagian dari komitmen prodi untuk mewujudkan visi keilmuan yang telah ditetapkan. “Kami tidak ingin sekadar mengikuti tren, tetapi harus menjadi pelopor. Visi keilmuan prodi kita harus selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tuntutan dunia kerja masa depan. Kuliah tamu ini adalah salah satu wadah untuk memastikan bahwa seluruh civitas akademika, baik mahasiswa maupun dosen, memiliki kesiapan dalam menghadapi perubahan,” tegasnya. Dr. Ali Murtadlo juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momen ini sebagai langkah awal dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal ke dalam pemanfaatan teknologi.
Sementara itu, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi, Dr. Hj. Fadillah, M.Pd. , dalam pidato sambutannya menggarisbawahi peran strategis matematika sebagai tulang punggung penalaran ilmiah di tengah gempuran informasi digital. Beliau juga menegaskan bahwa kehadiran kecerdasan buatan dalam dunia pendidikan bukanlah untuk menggantikan peran guru dan dosen, melainkan sebagai alat bantu (tools) yang dapat memperkuat dan menyempurnakan proses pembelajaran. “AI adalah asisten bagi pendidik, bukan pesaing. Peran manusia sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing karakter tetap tidak tergantikan. Kita harus bijak memanfaatkan teknologi ini untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih kaya dan bermakna,” ujar Dr. Fadillah. Beliau juga menyoroti pentingnya kolaborasi antarlembaga, terutama dengan FKIP Universitas Jambi yang turut memeriahkan acara ini. “Kolaborasi ini bukan sekadar seremonial, melainkan fondasi untuk membangun ekosistem pendidikan yang lebih kuat, inklusif, dan inovatif. Matematika adalah bahasa universal, dan kita harus memastikan bahwa pengajarannya tetap relevan dan bermakna,” tambahnya. Beliau juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh panitia dan dosen Prodi Tadris Matematika yang telah menginisiasi kegiatan strategis ini.
Kuliah tamu yang berlangsung interaktif sejak pukul 09.00 WIB hingga selesai ini tidak hanya membahas peluang besar AI dalam personalisasi pembelajaran, tetapi juga mengupas tantangan etis dan kesenjangan akses yang masih dihadapi oleh pendidik. Para mahasiswa dan dosen tampak antusias mengikuti sesi tanya jawab dan diskusi yang dipandu langsung moderator.
Dengan terselenggaranya kuliah tamu ini, Prodi Tadris Matematika FTK UIN STS Jambi menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan keilmuan yang adaptif dan progresif, sekaligus menginspirasi para pendidik untuk terus belajar dan berinovasi demi masa depan pendidikan yang lebih cerah.

