Fakultas Tarbiyah & Keguruan
UIN Sulthan Thaha Saifuddin
Jambi

Dekan FTK UIN Jambi Hadiri Pertemuan Nasional Fordetak di Banjarmasin: Perkuat Kolaborasi dan Inovasi dalam Pendidikan Guru Islam Menuju PTKIN Berkelas Dunia

Humas.FtkUinJambi – Dekan beserta jajaran pimpinan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menghadiri pertemuan nasional Forum Dekan Tarbiyah dan Keguruan (Fordetak) yang digelar di Banjarmasin. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi para pimpinan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan di Indonesia untuk membahas berbagai tantangan pendidikan, khususnya terkait regenerasi tenaga pendidik dan strategi menarik minat generasi muda untuk memilih program studi kependidikan.

Kegiatan Fordetak ini mempertemukan para dekan dan pimpinan fakultas kependidikan dari berbagai perguruan tinggi Islam di Indonesia. Salah satu isu utama yang menjadi perhatian adalah kebutuhan untuk memastikan keberlanjutan regenerasi guru berkualitas di tengah dinamika dunia pendidikan dan perubahan kebutuhan tenaga kerja.

Dalam pertemuan tersebut, H. Fakhry Hamdi, M.Hum., M.Res., Ph.D.,Ketua FORDETAK menekankan bahwa persoalan regenerasi tenaga pendidik tidak dapat dipisahkan dari keberlangsungan program studi yang menjadi tempat lahirnya calon-calon guru. Karena itu, perguruan tinggi, khususnya Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, perlu menyiapkan strategi yang tepat untuk meningkatkan daya tarik program studi kependidikan bagi calon mahasiswa.

Menurutnya, keberadaan program studi kependidikan memiliki posisi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang akan menjadi tenaga pendidik di masa depan. Semakin berkualitas calon mahasiswa yang masuk, semakin besar pula peluang lahirnya guru-guru profesional dan kompeten.

Selain persoalan regenerasi, Fordetak juga mendorong peningkatan kompetensi lulusan. Mahasiswa yang menyelesaikan pendidikan di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan diharapkan tidak hanya memperoleh gelar akademik, tetapi juga memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan pendidikan.

Hal tersebut sejalan dengan komitmen FTK UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan lulusan. Penguatan kurikulum, peningkatan kompetensi mahasiswa, serta pengembangan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan profesi guru menjadi bagian penting dalam mempersiapkan lulusan yang mampu bersaing dan berkontribusi di tengah masyarakat.

Pertemuan Fordetak juga membahas sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi guru di masyarakat. Para pimpinan fakultas kependidikan didorong untuk terus memperkuat kapasitas lulusan agar mampu menjawab tantangan pendidikan yang semakin kompleks.

Sementara itu, tuan rumah kegiatan, Rektor UIN Antasari Banjarmasin, Nida Mufidah, turut menyoroti persoalan minat calon mahasiswa terhadap program studi kependidikan. Menurutnya, fenomena tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena akan berdampak terhadap ketersediaan dan regenerasi tenaga pendidik pada masa mendatang.

Persoalan tersebut menjadi tantangan bersama bagi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan di berbagai perguruan tinggi. Diperlukan inovasi dan strategi bersama untuk menjadikan program studi kependidikan semakin menarik bagi generasi muda, sekaligus memberikan gambaran yang kuat mengenai prospek dan kontribusi profesi guru terhadap pembangunan bangsa.

Kehadiran Dekan FTK UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Dr. Hj. Fadlilah, M.Pd., dalam pertemuan nasional Fordetak di Banjarmasin diharapkan semakin memperkuat jejaring dan kolaborasi antarfakultas Tarbiyah dan Keguruan di Indonesia. Forum tersebut menjadi ruang strategis untuk bertukar gagasan, merumuskan solusi, serta menyusun langkah bersama dalam menghadapi tantangan pendidikan nasional.

Ia menilai, salah satu tantangan yang harus segera diantisipasi adalah bagaimana meningkatkan minat generasi muda untuk memilih program studi kependidikan. Menurutnya, profesi guru memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia, sehingga regenerasi guru berkualitas harus dipersiapkan sejak dari perguruan tinggi.

“Kalau kita berbicara tentang masa depan pendidikan, maka kita juga harus berbicara tentang siapa yang akan menjadi guru pada masa depan. Karena itu, bagaimana kita menarik calon mahasiswa terbaik untuk masuk ke program studi kependidikan menjadi perhatian yang sangat penting,” ungkapnya.

Dekan FTK juga menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang memiliki ijazah dan gelar akademik. Lebih dari itu, lulusan harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia pendidikan, memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta mampu menjadi tenaga pendidik yang profesional dan berkarakter.

Menurutnya, FTK UIN STS Jambi akan terus berupaya memperkuat kualitas pembelajaran, meningkatkan kompetensi mahasiswa, serta membangun jejaring dan kerja sama dengan berbagai pihak. Langkah tersebut dinilai penting agar lulusan FTK mampu menjawab tantangan dunia kerja sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap tenaga pendidik yang berkualitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bantuan terkait lift:
0821-7697-5982

Humas UIN STS Jambi:
0811-7467-899